Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

**Music**

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 Maret 2013

Bahan Aktif dalam Obat Nyamuk

Bahan Aktif dalam
Obat Nyamuk


Saat ini terdapat begitu banyak pilihan obat nyamuk yang ada di pasaran. Misalnya, berbentuk semprot, bakar, oles, maupun elektrik. Khasiat semua obat nyamuk adalah mengusir & membunuh nyamuk. Yang membedakan hanyalah pada kemasan & kadar konsentrasi bahan aktif/zat racunnya.


Obat nyamuk berbahaya untuk manusia karena kandungan bahan aktif yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif ini adalah Dimethyl Dichlorovynil Phosphate (DDVP), Propoxur (Carbamat), & Diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga. Selain itu, umumnya produk obat nyamuk juga memiliki zat tambahan tertentu seperti pewarna, pengawet, serta pewangi. Bahan-bahan tambahan, seperti zat aditif yang terdapat dalam obat nyamuk juga dapat merugikan kesehatan.


Kandungan racun berbahaya dalam obat nyamuk tergantung pada kadar konsentrasi racun & jumlah pemakaiannya. Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot yang rendah dapat bertambah banyak jika disemprotkan berulang kali. Risiko terbesar terdapat pada obat nyamuk bakar akibat asapnya yang dapat terhirup. Sedangkan obat nyamuk semprot cair memiliki konsentrasi berbeda, karena cairan yang dikeluarkan ini akan diubah menjadi gas. Berarti, dosisnya lebih rendah. Sementara obat nyamuk elektrik lebih rendah lagi, karena bekerja bukan dengan cara mengeluarkan asap tetapi dengan daya elektrik. Makin rendah dosis bahan zat aktif, makin sedikit pula bau yang ditimbulkan. Sekaligus, makin minim pula kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia. Umumnya, bahan aktif yang dipakai pada obat nyamuk adalah yang cepat terurai dan berdaya racun tinggi, dalam arti mematikan nyamuk dengan cepat.

Jumat, 15 Maret 2013

Waspadai Makanan Berformalin di Sekitar Kita

Waspadai Makanan Berformalin
di Sekitar Kita


Kegunaan formalin, yaitu sebagai pembunuh kuman (antiseptik), desinfektan pencuci mayat , pembersih lantai, kapal, gudang, & pembasmi serangga, fotografi, pengeras lapisan gelatin/kertas, pembuatan pupuk area, pembuatan parfum, bahan pengawet kosmetik, pengeras kuku, pencegah korosi untuk sumur, untuk insulasi busa, & bahan perekat kayu lapis. Formalin sering disalahgunakan untuk pengawetan mie basah, bakso, kerupuk, tahu, ayam potong, & ikan.


Formalin merupakan senyawa yang dapat menimbulkan efek negatif yang cukup fatal bagi kesehatan tubuh. Dalam dosis rendah, formalin dapat menyebabkan sakit perut akut, muntah-muntah, depresi susunan saraf, kegagalan peredaran darah, iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker), bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel & jaringan). Dalam dosis tinggi, formalin menyebabkan kejang-kejang, kencing darah, tidak bisa kencing, muntah darah, bahkan tumor / kanker yang akhirnya menyebabkan kematian.


Berikut ini merupakan ciri-ciri panganan berformalin. Pada mie basah, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar (25oC) & bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10oC), berbau menyengat, tidak lengket, & mie lebih mengkilap dibandingkan mie tanpa formalin. Pada tahu, tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar (25oC) & bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10oC), tahu terlampau keras, namun permukaannya tidak padat & lebih kering. Pada bakso, tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar (25oC), teksturnya sangat kenyal & mengkilap.

Rabu, 27 Februari 2013

ISPA, Ketahui & Waspadailah

ISPA, Ketahui & Waspadailah


Sering kita mendengar berita terjadinya kebakaran hutan di Kalimantan & Sumatra yang menghasilkan asap tebal. Asap tersebut menutupi pemukiman penduduk di sekitar lokasi kebakaran sehingga mengganggu aktivitas penduduk & dapat mengancam penduduk terkena ISPA. Untuk menghindari ISPA penduduk menggunakan masker yang dibagikan secara gratis & mengurangi aktivitas di luar rumah. Bahkan bayi & anak-anak diungsikan jika kondisi asap semakin tebal sehingga kemungkinan terkena ISPA sangat besar. Sebenarnya apakah ISPA itu? Apakah ISPA termasuk penyakit berbahaya?


ISPA sering disalahartikan sebagai infeksi saluran pernapasan atas. Yang benar ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung selama 14 hari. ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas & bagian bawah (hidung, tenggorokan, paru-paru), beserta organ-organ di sekitarnya seperti sinus, ruang telinga tengah, & selaput paru-paru. Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk pilek & tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Namun, pada anak yang menderita pneumonia, bila infeksi paru ini tidak diobati dengan antibiotik dapat mengakibatkan kematian. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada bulan-bulan musim dingin.


ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, & udara pernapasan yang masih mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat. ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting, karena menyebabkan kematian bayi & balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40%-60% dari kunjungan ke puskesmas menyebabkan seseorang menderita penyakit ISPA. Dan seluruh kematian anak & balita, yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20%-30%. Kematian yang terbesar adalah karena pneumonia yang terjadi pada bayi berumur kurang dari 2 bulan.

Senin, 03 September 2012

Labu Tumbuhan Kaya Manfaat


Labu
Tumbuhan Kaya Manfaat


Labu merupakan tumbuhan merambat dari genus Cucurbita yang menghasilkan buah berukuran besar dengan nama yang sama. Labu cukup terkenal dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain di Indonesia, labu juga dibudidayakan di Amerika Utara, Eropa, Australia, Selandia Baru dan Asia Tenggara. Nama labu juga sering digunakan untuk menyebut nama anggota famili Cucurbitaceae selain genus Cururbita seperti bligo, labu siam dan labu ular.
Terdapat 20-an spesies labu di seluruh dunia, dengan jumlah subspesies dan varietas mencapai 100-an lebih. Namun yang dibudidayakan di Indonesia umumnya hanya 5 spesies yaitu Cucurbita maxima (labu manis), Cucurbita ficifolia, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata (labu kuning / labu merah), & Cucurbita pepo (labu manis). Labu kuning diperkirakan berasal dari Maluku.


Labu sering juga disebut labu kuning / labu merah (untuk spesies Cucurbita moschata) dan labu manis (untuk spesies Cucurbita maxima & Cucurbita pepo). Di beberapa daerah di Indonesia, labu memiliki beberapa nama daerah, seperti labu parang (Melayu), Waluh (Jawa & Sunda). Dalam Bahasa Inggris secara umum disebut sebagai Pumpkin, Butternut squash (labu kuning), & Winter squash (labu manis).
Ciri-ciri. Labu tumbuh merambat / menjalar dengan kait pada batangnya dan jarang berkayu. Kait pada batang labu berbentuk melingkar seperti spiral. Batang tumbuhan ini berwarna hijau muda dan berbulu halus serta berakar lekat. Panjang batangnya mencapai lebih dari 5 meter.


Daun tanaman labu merupakan daun tunggal yang memiliki pertulangan daun majemuk menjari. Daunnya menyebar di sepanjang batang. Bentuk daunnya menyerupai jantung dan bertangkai.
Buah labu memiliki bentuk yang bervariasi, mulai dari pipih, lonjong atau pun panjang dengan alur yang berjumlah 15 - 30 alur. Buah yang masih muda berwarna hijau dan menjadi kuning kecokelatan ketika tua.


Labu umumnya memiliki banyak biji yang berbentuk pipih, bundar telur, sampai bundar memanjang. Bagian ujung membulat, sedangkan bagian pangkal meruncing. Permukaan biji buram & licin. Biji terdapat di bagian tengah-tengah buah.


Manfaat. Di Indonesia, labu, terutama labu kuning banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam hidangan seperti kolak, sup, cake hingga kue-kue lainnya. Bijinya juga sering dimanfaatkan untuk camilan / makanan ringan yaitu kuaci.
Selain itu, labu juga memiliki sederet manfaat untuk kesehatan. Buah labu banyak mengandung karatenoid (betakaroten), vitamin A, vitamin C, serat, mineral, lemak & karbohidrat.


Air buah labu mampu sebagai penawar racun binatang berbisa dan biji labu dapat digunakan untuk mengobati cacing pita. Selain itu daging buah labu mampu menjadi penagkal kanker lantaran diyakini mengandung antioksidan.
Labu kuning juga dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit diabetes militus (kencing manis), penyempitan pembuluh darah, jantung koroner dan darah tinggi. Selain itu, Prof. Hembing Wijayakusuma, pakar kesehatan alternatif, menyatakan selain dapat mengobati tekanan darah tinggi, labu juga dapat menurunkan panas, mengobati diabetes, dan memperlancar proses pencernaan.


Sayangnya saya belum bisa menjelaskan lebih detail cara menggunakan labu, terutama labu kuning sebagai obat alternatif. Mungkin di antara kalian ada yang mengetahui caranya, silahkan dibagikan disini.
Klasifikasi Ilmiah : Kerajaan : Plantae; Divisi : Magonliophyta; Kelas : Magnoliopsida; Ordo : Cucurbitales; Famili : Cucurbitaceae; Genus : Cucurbita; Species : Cucurbita maxima, Cucurbita ficifolia, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata, Cucurbita pepo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...